Tips Berbisnis Sosial ala Nilam Socio Enterprise

Yogyakarta – Istilah socioentrepreneurship sudah tidak asing lagi di telinga kita. Berbisnis sosial menjadi trend baru di kalangan para pemuda Indonesia. Salah satu pebisnis muda yang sukses berbisnis di bidang sosial adalah Nilam Socio Enterprise.

Dengan mengusung semboyan we care we share, jawara SOPREMA 2016 ini terus berusaha untuk mengembangkan bisnisnya dan menebar kemanfaatan kepada masyarakat di sekitarnya. Membawa konsep bisnis berbagi dalam penerapan syariah company ternyata membawa keberuntungan sendiri bagi mereka dengan omzet Rp 150.000.000/bulan.

Pada kesempatan kali ini, SOPREMA 2017 akan berbagi tips untuk memulai bisnis di bidang sosial ala Nilam Socio Enterprise. Berikut tipsnya:

  • Membaca Masalah Sosial di Sekitar
    “Memulai bisnis di bidang sosial itu hanya berbekal permasalahan dan berfokus pada produk yang bermanfaat dan dibutuhkan pasar, seperti kami. Kami berangkat dari permasalahan kelangkaan nilam dan tingginya biaya produksi. Masalah yang hadir di tengah masyarakat ini mampu kami baca sebagai peluang untuk hadir sebagai pemberi solusi,” kata Ghazalisman, CEO Nilam Socio Enterprise.Membaca masalah sosial bisa dilakukan dengan observasi. Kita bisa memulainya dari lingkungan sekitar kita. Masalah sosial muncul akibat terjadinya perbedaan yang mencolok antara nilai yang ada dalam masyarakat  dengan realita yang ada, misalnya kemiskinan dan pengangguran. Hal ini juga yang dilakukan oleh Nilam Socio Enterprise. Mereka memulai dengan melakukan observasi di beberapa desa tertinggal dan menemukan beberapa permasalahan di sana, di antaranya masalah infrastuktur di desa tersebut. Masalah-masalah di beberapa desa tertinggal inilah yang akhirnya membuat Nilam Socio Enterpris hadir untuk memberikan solusi atas permasalahan tersebut dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di desa-desa tertinggal.
  • Menjadi Solusi Masalah Sosial Itu
    Permasalahan di tengah masyarakat Indonesia begitu banyak. Ghazalisman mengatakan bahwa masih banyak yang perlu dibenahi dari kondisi masyarakat Indonesia saat ini. Saat mereka masuk ke daerah-daerah pedalaman, mereka menemui berbagai permasalahan seperti banyak anak-anak yang tidak sekolah, tingginya angka pengangguran, dan tengkulak yang membeli bahan mentah dengan harga rendah dari petani sehingga petani tidak berkembang. Maka dari permasalahan tersebut, Nilam Socio Enterprise hadir sebagai perusahaan industri perkebunan yang dikelola dari hulu hingga mengekspor produk mereka ke berbagai negara dengan menerapkan sistem syariah dan spiritual company. Dengan sistem perusahaan yang di terapkan tersebut, sedikit demi sedikit Nilam Socio Enterprise telah membantu dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di desa-desa tertinggal dengan memberikan bantuan berupa pembangunan infrastruktur desa. Oleh karena itu, Nilam Socio Enterprise mengajak para pemuda Indonesia untuk membuka mata dan melihat kondisi di sekitarnya dengan memberikan solusi pada permasalahan tersebut.
  • Tuangkan Solusi dalam Produk yang Dibutuhkan Pasar
    Setelah membaca masalah sosial yang ada dan menjadi solusi untuk permasalahan tersebut, maka yang terakhir adalah fokus untuk menciptakan produk yang bermanfaat dan dibutuhkan pasar. Contohnya pengolahan tanaman nilam yang berhasil di kembangkan oleh Nilam Socio Enterprise ini. Mereka memproduktifkan lahan-lahan yang tidak produktif, yaitu tanaman nilam. Selain itu, tingginya permintaan pasar akan minyak nilam tidak diseimbangi dengan kemampuan produksi minyak nilam di Indonesia. Permintaan pasar akan minyak nilam sebesar 3.000 ton/tahun hanya bisa ditangani sebanyak 2.000 ton/tahunnya oleh Indonesia.

Nilam Socio Enterprise mengolah bahan baku nilam menjadi minyak atsiri yang digunakan untuk bahan baku parfum dan memasarkannya ke luar negri, seperti Singapura dan Amerika. “Kami membeli bahan mentah seharga Rp 1.500 – Rp 2.000 untuk nilam basah dan Rp 5.000 – Rp 10.000 untuk nilam kering dari petani, selanjutnya bahan mentah tersebut kami olah menjadi minyak atsiri yang kami pasarkan ke luar negri,” ucap Ghazalisman.

Ada pesan dari CEO Nilam Socio Enterprise, Ghazalisman untuk teman-teman yang ingin memulai bisnis di bidang sosial. Ghazalisman menyampaikan,“Untuk membangun bangsa ini menjadi sebuah bangsa yang besar, maka dibutuhkan pemuda yang berkarakter sociopreneur. Oleh karena itu, kepada seluruh pemuda di negeri ini, mari bersinergi dan memberi kemanfaatan kepada masyarakat. Kami Peduli, Kami Berbagi.