Jambi Youth Movement: Mengangkat Kembali Tradisi Tengkuluk dengan Mengembangkan Potensi Siswa SLB

Yogyakarta – Tak sedikit pemuda kita saat ini yang rela pergi meninggalkan tanah kelahirannya untuk menimba ilmu demi mencapai cita-citanya. Kesamaan rasa dan pengalaman hidup di tanah orang menjadikan mereka membentuk berbagai gerakan sebagai bentuk kepedulian dan pengabdian untuk daerah asalnya, salah satunya yaitu Jambi Youth Movement (JYM) yang sudah terbentuk sejak tahun 2015.

Bermula dari kondisi Jambi yang sedang tidak sehat akibat asap dari kebakaran hutan, para pemuda yang tergabung dalam Jambi Youth Movement menggalakan 1.000 Masker untuk Jambi yang hasilnya disumbangkan ke beberapa daerah di Jambi. Alhasil, dari kegiatan tersebut, JYM mampu mendapatkan 3.000 masker dalam satu hari. Selain itu, mereka juga melakukan pemeriksaan kesehatan di sana.

Tak hanya itu, salah satu anggota JYM, Siti Maidina atau yang akrab disapa Dina melakukan survey pada kelompok masyarakat di Jambi pada tahun 2016 silam. Ia melihat bahwa ada satu budaya yang mulai pudar, yaitu penggunaan tengkuluk (sejenis turban yang berbentuk kain dan diikatkan diatas kepala para wanita Melayu Jambi). Di lain sisi, ia juga melihat ada potensi yang bisa dikembangkan dan dimiliki ole para siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) yang berada di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi.

Salah satu kegiatan JYM yang masih berjalan hingga saat ini adalah melakukan pelatihan menjahit kepada beberapa siswa SMA di SLBN Kuala Tungkal, Jambi.

Hal ini lantas memberikan ide bagi Dina untuk memulai sebuah bisnis sosial yang diberi nama Coollook.id. Berangkat dari bisnis online melalui instagram, saat ini Coollook.id telah berhasil menjual 90 buah Tengkuluk Kreasi yang di jual secara lokal maupun ke daerah lainnya di Indonesia melalui instagram @coollook.id. Untuk satu buah tengkuluk berbahan dasar batik semi sutra khas Jambi dihargai sebesar Rp 125.000 dan Rp 100.000 untuk tengkuluk berbahan dasar batik katun.

Coollook.id adalah salah satu usaha kami untuk mengangkat kembali tradisi tengkuluk khas Jambi agar kembali eksis di era modern saat ini yang mana sekaligus membantu meningkatkan kemandirian dan kemampuan adik-adik SLB. Kami memberikan pelatihan menjahit kepada beberapa siswa SMP dan SMA di sana untuk memproduksi Tengkuluk Kreasi ini,” ungkap Dina, CEO Coollook.id.

Mulai bulan Mei hingga Agustus nanti, Dina dan tim Coollook.id dibantu dengan masyarakat lokal akan memberikan pelatihan membatik kepada siswa-siswi SLB yang sedang dibina. “Kami ingin adik-adik SLB tidak hanya bisa menjahit Tengkuluk Kreasi saja, tapi kami ingin mereka mampu memproduksi kain batik khas Jambi sendiri,” kata Dina. Hal ini adalah salah satu usaha yang dilakukan untuk meningkatkan produktifitas dan juga mempersiapkan Coollook.id sebagai produsen Tengkuluk Kreasi.

Di luar itu, Dina mengaku bahwa SOPREMA memiliki andil yang cukup besar bagi proses dan kemajuan bisnisnya. “SOPREMA sangat membantu kami dari segi keberlanjutan program kami di lapangan. Selain itu saya pribadi mendapatkan motivasi untuk merealisasikan proyek sosial seperti yang telah di targetkan oleh Coollook.id sejak awal,” ucap Dina.

Saat ini, Dina dibantu oleh empat orang lainnya yang berada di balik manajemen Coollook.id sedang berusaha untuk mengembangkan website mereka. Targetnya, mulai bulan Agustus nanti website tersebut sudah dapat beroperasi dengan baik. Selain itu, mereka juga sedang mengajukan konsolidasi dengan pemerintah daerah di Kabupaten Tanjung Jabung Barat untuk menerapkan penggunaan Tengkuluk Kreasi hasil tangan adik-adik SLB binaan Coollook.id bagi PNS di Jambi untuk dikenakan di hari-hari tertentu.