Express Your Creative Passions
Diselenggarakan Oleh :
FISIPOL, Universitas Gadjah Mada

Prof. Ir. Dwikorita Karnawati, M.Sc., Phd.
Rektor Universitas Gadjah Mada
Ttd Rektor
Dr. Erwan Agus Purwanto, M.Si
Dekan FISIPOL Universitas Gadjah Mada
Ttd Dekan

SOPREMA 2016

Indonesia tercatat sebagai salah satu negara dengan angka kepadatan penduduk yang tinggi di dunia. Pada tahun 2014, Indonesia menduduki posisi ke-4 dari 5 negara dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia. Proyeksi data penduduk yang dikeluarkan BPS (Badan Pusat Statistik) menyebutkan, dari 237,6 juta penduduk di Indonesia di tahun 2010, 26,23% di antaranya adalah penduduk muda dan produktif dengan rentang usia 16-30 tahun. Jumlah ini diprediksi akan mengalami kenaikan. Indonesia pun diramalkan akan mengalami bonus demografi yang diperkirakan terjadi pada 2020 dan mencapai titik tertinggi pada 2035.

Seperti diketahui, tahun 2016 adalah pintu masuk dari implementasi MEA. ASEAN diarahkan menjadi pasar tunggal dan basis produksi. Aliran barang, jasa, investasi, modal, dan arus tenaga kerja, khususnya tenaga kerja terdidik, ditengarai akan berlangsung secara bebas. Dalam konteks itu, pemuda memiliki peluang paling besar menjadi tenaga kerja terdidik dan pelaku pasar bebas di angkat regional. Menghadapi MEA, pemuda Indonesia dituntut harus mengembangkan potensi diri. Pemuda juga harus mampu membuka peluang usaha. Bukan usaha biasa, melainkan usaha yang memiliki daya saing, juga menghasilkan kualitas dan kuantitas unggul sebagai usaha yang menarik perhatian pasar global.

Ada permasalahan kesenjangan yang membayangi peluang tersebut. Yakni, keterampilan dan pemerataan kesejahteraan masyarakat. Keterampilan kepemimpinan, inisiatif menemukan pemecahan masalah, manajemen proyek, dan keterampilan komunikasi, dipandang sebagai komponen yang penting di samping keterampilan analisis dan akademis. Berbagai macam proyeksi tantangan tersebut dapat dilewati dengan adanya beragam aksi kreatif pemuda secara berkelanjutan, salah satunya melalui kegiatan wirausaha sosial (social entrepreneur). Pemuda ditantang menciptakan model usaha yang melihat masalah sebagai peluang untuk memberdayakan masyarakat sekitar. Ajang SOPREMA digelar dengan tujuan memberikan keterampilan dasar kepada pemuda, sekaligus membuka jaringan yang bermakna terhadap peningkatan dampak pemberdayaan masyarakat.

Pada SOPREMA 2016, jumlah pendaftar mencapai 508 tim yang berasal dari 34 provinsi di Indonesia. Jumlah pendaftar yang banyak mengindikasikan tingginya antusiasme pemuda pada isu sociopreneur. Setelah melalui proses seleksi awal, terpilih 90 tim yang berasal dari 19 provinsi dengan total 219 orang.

KOMPETISI

Jumlah pendaftar sebanyak 508. Kompetisi yang dilakukan terdiri dari beberapa tahap penyeleksian, diantaranya tahap kualifikasi, semi final, dan final. Tahap kualifikasi menjaring proposal sociopreneur dari 220 proposal menjadi 90 proposal. Terdapat 6 tema dalam kompetisi SOPREMA 2016 antara lain tema industri jasa dan pelayanan publik, industri kreatif, teknologi, ekologi/lingkungan/wisata, ketahanan pangan, dan pertanian dan kemaritiman. Dari 220 proposal tersebut terdistribusikan ke dalam beberapa kategori yaitu; (1) Industri jasa dan pelayanan publik sebanyak 25 proposal. (2) Industri Kreatif sebanyak 87 proposal. (3) Teknologi sebanyak 23 proposal. (4) Ekologi/Lingkungan/wisata sebanyak 26 proposal. (5) Ketahanan pangan sebanyak 17 proposal. (6) Pertanian dan kemaritiman sebanyak 42 proposal .

Proposal tersebut dinilai oleh para dewan juri dengan kompetensi yang sesuai dengan masing-masing tema. Sedangkan untuk tahap semifinal menjaring 18 tim terbaik dari 90 tim yang beradu gagasan dan strategi bisnis sosial. 18 tim yang lolos pada tahap semi final secara langsung akan melaju ke tahap final. 18 tim yang lolos berhak untuk melakukan presentasinya dihadapan 3 dewan juri yang mana ketiga dewan juri tersebut dipilih berdasar pada kategori akademisi dan praktisi. Kategori akademisi dipilih Prof. Dr. Ali Agus selaku Dekan Fakultas Peternakan Universitas Gadjah mada. Sedangkan untuk kategori praktisi dipilih Sugeng Handoko selaku CEO Gunung Api Purba Desa Wisata Nglanggeran dan Magareta Denok Marty Astuti selaku CEO Hasta Kriya.

Seminar

Seminar dengan tema “Inspiring Sociopreneur”. Adapun materi yang diangkat dalam seminar ini adalah pengalaman konseptual dan praktis sebagai motivasi anak muda menjadi wirausaha sosial yang berdampak baik untuk masyarakat. Berlokasi di gedung Grha Sabha Pramana Lantai 1 pada tanggal 5 September 2016. Narasumber dari seminar meliputi Imam Nahrawi ( Menteri Kemenpora) sebagai keynote speech, dr. Gamal Albinsaid (Dokter Muda Inisiator Asuransi Sampah) menjadi narasumber terkait materi grooming leader from local: sosiopreneur sebagai solusi atas berbagai permasalahan di lingkungan masyarakat-Belajar dari best practice asuransi sampah). Kemudian narasumber yang ketiga adalah Bucini (CEO Brand Leather) terkait Pentingnya inovasi teknologi yang memiliki nilai manfaat bagi perekonomian masyarakat dan pentingnya membangun value untuk mendapatkan modal sosial maupun kapital. Narasumber terakhir pada sesi pertama seminar adalah Asnawi Syam (Direktur Utama Bank BRI) Peran BRI dan pentingnya komitmen berkelanjutan bagi wirausaha muda untuk membangkitkan perekonomian Indonesia.

Talkshow

Talkshow SOPREMA 2016 terbagi kedalam dua sesi. Sesi pertama menghadirkan narasumber Veronica Y. Colondam (CEO YCAB Foundation), Ronaldiaz Hartyanto ( CEO Mycotech), dan Nico Setyo Utomo (CEO Bank Liran). Tema yang diangkat dalam talkshow sesi pertama adalah “Being a Sociopreneur: Beyond Business”. Sedangkan untuk sesi kedua menghadirkan Agni Pratama (Startup Development and Access to Finance Expert) Budi Isman (CEO Smartpreneur Indonesia) Iswanto (Dosen Poltekes, Inisiator pengelolaan sampah mandiri Paguyuban Sukunan Bersemmi). Tema yang diangkat pada sesi kedua talkshow ini adalah “How To Run Sociopreneurship: Financial, No worry”. Berlokasi di gedung Grha Sabha Pramana Lantai 1 pada tanggal 6 September 2016. Peserta yang hadir dalam Talkshow tersebut adalah 250 peserta yang terdiri dari 72 tim peserta Soprema yang tereliminasi di babak semifinal dan peserta umum.

Coaching Clinic

Kegiatan ini diselenggarakan setelah berlangsungnya proses seleksi semifinal. Materi yang disampaikan dalam coaching clinic terkait social engagement dalam bisnis sosial, strategi pemasaran, hingga manajemen keuangan. Beragam materi tersebut menjadi bekal bagi peserta dalam presentasi tahap final. Peserta coaching clinic merupakan 18 tim finalis SOPREMA yang berhasil melewati babak semifinal dan maju ke babak final..

Field Trip

Agenda Field trip SOPREMA 2016 yaitu kunjungan dan workshop sociopreneurship. Lokasi yang dipilih pada field trip adalah ke Osiris Ice Cream Buah Naga, Bantul dan Gunung Api Purba Desa Wisata Nglanggeran. Field trip dilaksanakan pada tanggal 7 September 2016.

Gala Dinner

Gala dinner merupakan puncak acara dari serangkaian kegiatan SOPREMA 2016. Pengumuman pemenang SOPREMA 2016 diumumkan pada acara ini (Awarding Night). Gala dinner dilaksanakan pada malam terakhir SOPREMA 2016. Peserta yang hadir dalam gala dinner adalah 90 tim peserta SOPREMA 2016, Kemenpora, perwakilan sponsor SOPREMA 2016, Dekan FISIPOL UGM, undangan praktisi Sociopreneur, dan panitia SOPREMA 2016. Terdapat 6 jawara (juara) dan 12 finalis terbaik SOPREMA 2016. Adapun juara pertama mendapat hadiah sebesar Rp 50.000.000,-, sedangkan juara kedua hingga keenam mendapat hadiah sebesar Rp 35.000.000,-. Sedangkan 12 finalis terbaik mendapat dana bantuan sebesar Rp 25.000.000,-.