Peserta Inkubasi Soprema Rancang Rencana Tindak Lanjut Bisnis

Yogyakarta- Rabu (26/09), hari kedua kegiatan Inkubasi Tahap Pertama gelaran Sociopreneur Muda Indonesia (SOPREMA) 2018 dilaksanakan. Inkubasi merupakan program pengembangan kewirausahaan sosial dan pendampingan bagi sociopreneur muda Indonesia. Sesi kali ini, berlangsung di Ruang Sidang Dekanat, FISIPOL UGM dan berlangsung sejak pukul 09.00

Mentor untuk sesi pagi ini adalah Egar Putra Bahtera, CEO Chevalier. Egar, begitu ia biasa dipanggil, membuka sesi dengan menjelaskan perbedaan antara mentor dan fasilitator. Bagi Egar, “peran mentor adalah menjawab pertanyaan, sementara fasilitator mengarahkan agar pertanyaan dapat terjawab sendiri oleh sang penanya.”

Setelah menceritakan latar belakangnya, Egar menjelaskan bahwa mendirikan bisnis adalah bagian dari menjawab masalah. Dan masalah yang dimaksud, tidak melulu besar; seringkali ia remeh dan ada di sekitar kita. Bagi Egar, kecenderungan melompat dan mencari besar masalah menjadikan bisnis selalu terasa kurang berdampak.

Egar memaparkan bahwa tidak selamanya sociopreneur dikaitkan dengan orang-orang desa dan pemberdayaan agro-mina. Sociopreneur secara prinsip, menurut Egar adalah bagaimana sebuah bisnis dapat memberikan manfaat di lingkungan sekitar; dan tidak terjebak pada ‘melulu profit’. Kuncinya, bagi Egar adalah edukasi dan transparansi.

“Ada lima aspek yang perlu diperhatikan pada sociopreneur”, papar Egar. Pertama, adalah aspek ekonomi: kehadiran sociopreneur haruslah menguntungkan semua pihak. “Dengan kedatangan gue, keuntungan para pengrajin bertambah,” ujar Egar. Kedua, adalah aspek edukasi. Menjadi sociopreneur haruslah mempunyai semangat daya saing dengan saling belajar. Ketiga, merupakan aspek teknologi; teknologi haruslah selalu mengikuti perkembangan zaman dan disesuaikan dengan kebutuhan produk. Keempat, tidak lain merupakan aspek sosial. Terakhir dan tidak kalah penting, adalah aspek lingkungan; bagaimana akhirnya proses produksi tetap mampu ramah lingkungan.

Bicara soal akses, maka penting pula bicara soal dampak. Tahap pertama untuk menciptakan dampak itu sendiri, menurut Egar adalah dengan mendefinisikan visi dan cita-cita sejak awal. Dari visi dan cita-cita awal dapat dirumuskan langkah-langkah kecil. Rumusnya adalah menyadari bahwa bisnis bertugas mempertemukan idealisme dan realitas; serta ingat bahwa setiap orang membutuhkan bantuan. Egar juga mengingatkan untuk tidak mengabaikan kolaborasi, karena kolaborasi bagaimanapun dapat menggemakan cita-cita yang diinginkan sejak awal.

Sesi selanjutnya merupakan perumusan Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang diarahkan oleh Dr. Hempri Suyatna selaku Komite Pengarah Soprema 2018. RTL sendiri merupakan rumusan perkembangan rencana para peserta atas bisnis masing-masing setelah mendapat pelatihan dari Inkubasi Soprema 2018. Dalam sesi ini, para peserta memperesentasikan RTL bisnis masing-masing.

RTL ini sendiri direncanakan akan kembali di follow up ketika Inkubasi tahap 2. “Nanti akan kita lihat progress teman-teman semua di bulan November,” ujar Hempri.

Ia melanjutkan bahwa memang diukur dari segi keuntungan, selang dua bulan bukan merupakan parameter yang kuat. “Yang diutamakan adalah dimensi sosial yang lebih dikuatkan. Jadi ada peningkatan terhadap target masyarakat yang diberdayakan,” ungkap Hempri.

Inkubasi tahap dua yang diselenggarakan bulan November 2018 memiliki agenda pitching investor. Diharapkan dengan perkembangan yang dimiliki oleh para peserta Soprema 2018 pasca Inkubasi satu, peserta akan lebih siap dan dapat menyasar sumber pendanaan dari para investor sebagai bentuk kerja sama.

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

Yogyakarta – Rangkaian gelaran Sociopreneur Muda Indonesia (Soprema) 2018 yang diselenggarakan oleh YouSure Fisipol UGM akan mulai dilaksanakan pada hari Selasa-Rabu, 25-26 September 2018 di kampus Fisipol UGM dan University Club Hotel UGM. Sebagai rangkaian dari seluruh kegiatan Soprema 2018, acara diawali dengan program inkubasi bisnis bagi para sociopreneur dari berbagai provinsi di Indonesia. Tercatat para peserta inkubasi bisnis Soprema 2018 berasal dari Pulau Sulawesi, Maluku, Sumatera, Nusa Tenggara, Kalimantan, dan Jawa. Peserta program inkubasi bisnis ini seluruhnya merupakan finalis Soprema dan kompetisi sociopreneur lain di tahun sebelumnya. Melalui program inkubasi ini, Soprema 2018 mengharapkan dapat mengakselerasi pertumbuhan bisnis kewirausahaan sosial di seluruh penjuru Indonesia.

Pelaksanaan program inkubasi bisnis Soprema 2018 akan diselenggarakan dalam dua tahap. Tahap pertama program inkubasi bisnis Soprema 2018 akan dilaksanakan pada tanggal 25-26 September 2018 dengan agenda utama meliputi sesi social mentoring, sharing session, dan workshop optimalisasi. Sementara itu, tahap kedua program inkubasi bisnis Soprema 2018 akan diselenggarakan pada tanggal 13-14 November 2018 dengan agenda utama pitching investor. Rangkaian program inkubasi bisnis Soprema 2018 bertujuan agar para peserta dapat mengembangkan bisnisnya secara intensif dan optimal, sehingga mampu memberikan dampak sosial yang lebih besar bagi masyarakat.

Pada program inkubasi bisnis tahap pertama, Soprema 2018 akan menghadirkan Andhika Mahardika (CEO Agradaya) sebagai pemateri di sharing session, Rika Fatimah (Tenaga Ahli Dinas Koperasi UMKM DIY) sebagai mentor di sesi social mentoring, dan Egar Putra Bahtera (CEO Chavelier) sebagai pelatih di sesi workshop optimalisasi. Selain memungkinkan para peserta untuk belajar dan berlatih mengembangkan bisnis wirausaha sosial yang telah digeluti, melalui program inkubasi bisnis Soprema 2018 ini mereka juga dapat memperluas jejaring dengan sesama peserta dari berbagai pulau di Indonesia.

Di samping program inkubasi bisnis, rangkaian Soprema UGM 2018 juga meliputi program kompetisi bisnis, expo, dan seminar yang akan diselenggarakan bulan November 2018 mendatang. Rangkaian acara Soprema UGM 2018 diharapkan dapat menjadi wujud kontribusi positif dunia akademik dalam berpartisipasi menyelesaikan persoalan sosial yang dihadapi pemuda Indonesia. Soprema UGM 2018 diharapkan dapat menjadi medium untuk mendorong penciptaan dan pengembangan gagasan-gagasan pemuda dalam mewujudkan kesejahteraan di Indonesia.

Tentang Soprema

Pusat Kajian Kepemudaan atau Youth Studies Centre (YouSure) FISIPOL UGM bekerja sama dengan PT. Visitama Tujuh Belas telah mengadakan rangkaian acara bagi sociopreneur muda tingkat nasional sejak tahun 2016 dalam rangka membina semangat sociopreneurship di Indonesia. Dalam dua tahun terakhir ini, Soprema mengadakan acara kompetisi dengan pendaftar berasal dari 29 provinsi di Indonesia. Selain kompetisi, Soprema juga menggelar acara expo dan seminar yang setiap tahun berpusat di Yogyakarta. Dengan motto Express Your Creative Passions diharapkan mampu menyalurkan dan membina jiwa sociopreneurship pemuda di Indonesia untuk mewujudkan kesejahteraan bagi Indonesia.

Untuk keterangan lebih lanjut, silakan menghubungi:

Isvi Mega
Media Relations
Whatsapp 62- 859 – 3461 – 0929/62- 811- 2959- 606
Line : soprema.ugm | Email : publikasisoprema@gmail.com
Website : http://soprema.fisipol.ugm.ac.id
Facebook : Soprema Ugm | Twitter : soprema_ugm | Instagram : soprema_ugm