soprema2018
SOPREMA
2018
2018

Program Tahunan

Kompetisi dan Expo SOPREMA (Sociopreneur Muda Indonesia) adalah program tahunan bersifat nasional yang dirancang oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) UGM.
Program ini melibatkan pemuda usia 16-30 tahun, bertujuan memberikan kontribusi pemecahan masalah sosial melaui wirausaha sosial, membuka luas kesempatan, mendorong pemuda seluruh Indonesia untuk bertukar pengalaman aktifitas menggiatkan ekonomi masyarakat. Pemuda ditantang untuk menciptakan model usaha dengan melihat masalah sosial sebagai peluang memberdayakan masyarakat. Fokus dari SOPREMA adalah mengukur manfaat yang diperoleh masyarakat dari suatu kegiatan wirausaha.

Latar Belakang

SOPREMA 2018

Ajang Kompetisi dan Expo SOPREMA 2016 dan 2017 telah diselenggarakan dengan sukses, diikuti oleh peserta dari 22 provinsi (2016) dan 29 provinsi (2017) di Indonesia. Capaian ini memperlihatkan bahwa pemuda di seluruh Indonesia aktif berkontribusi dalam memecahkan masalah sosial di Indonesia
Tahun 2018 adalah ketiga penyelenggaraan Soprema, tahun ini mempunyai keunikan dan perbedaan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Setidaknya ada empat kegiatan dalam kompetisi SOPREMA 2018 : 1) Kompetisi Sociopreneur Muda 2018 untuk menyaring potensi-potensi sociopreneurship muda dari 34 propinsi; 2) Secara simultan Soprema akan menginisiasi skema inkubasi sebagai post-program kompetisi 3) Bincang Soprema sebagai wahana literasi sociopreneurship; 4) Launching e-Soprema sebagai wahana jejaring sociopreneur secara online

2018
2018
2018
2017 Year
2018

Mengapa Pemuda

Data kependudukan BPS (Badan Pusat Statistik) menyebutkan, dari 26,23% penduduk Indonesia pada 2010 berada dalam rentang usia 16-30 tahun. Rentang usia tersebut jumlah terbanyak adalah kalangan muda produktif, hal ini diprediksi akan menjadi pelaku pembangunan ekonomi Indonesia dan terus meningkat menjadi potensi bonus demografi pada tahun 2020 serta mencapai titik tertinggi pada tahun 2035.

 
Di sisi lain muncul tantangan, berdasarkan data BPS 2016 persentase penduduk miskin perkotaan sebesar 7,79% dan pedesaan sebesar 14,11%. Jumlah penduduk miskin tersebut bisa menjadi sumber masalah bagi produktivitas kalangan muda tersebut diatas, jika tidak dibarengi dengan pengelolaan potensi yang baik.
 
Upaya pengelolaan diatas salah satunya dilakukan dengan mendorong pertumbuhan kaum muda melakukan wirausaha sosial. Sebagaimana dinyatakan David McClelland, ”suatu negara bisa menjadi makmur bila ada wirausaha sedikitnya 2% dari jumlah penduduknya”. Artinya, untuk menuju Indonesia yang makmur, diperlukan 1,3 juta wirausaha muda (atau 4,76 juta wirausaha dari semua umur) *tambah data wirausaha di negara sekitar

2018

Tujuan

  • Mendorong pemuda mengembangkan kreasi usaha yang tepat manfaat sosial
  • Membangkitkan semangat pemudasebagai gen perubahan atas masalah social di masyarakat
  • Mengoneksikan jaringan relasi antar sociopreneur muda dengan tokoh profesional dalam kewirausahaan ekonomi dan sosial
  • Memberikan pengetahuan yang mendalam tentang bisnis sosial sesuai dengan kebutuhan solusi dalam problem riil di Indonesia
  • Mengembangkan kemampuan leadership pemuda dalam membangun kewirausahaan sosial.
  • Membuka jaringan bermakna pemberdayaan masyarakat

2018
2018

Agenda Utama